Sabtu, 03 Juni 2017

PRINSIP-PRINSIP DASAR ILMU KOMUNIKASI ISLAM



BAB 7
PRINSIP-PRINSIP DASAR ILMU KOMUNIKASI
A.   PRINSIP-PRINSIP KOMUNIKASI ISLAM
1.    Prinsip Ikhlas
Ikhlas secara bahasa berarti suci, bersih dari noda. Ikhlas menurut istilah adalah kerja yang dilakukan oleh hati untuk mensucikan dirinya dari berbagai motif yang tidak benar. Prinsip ikhlas ini adalah prinsip paling mendasar dalam komunikasi Islam. Kehilangan prinsip ini dari komunikator maupun komunikan akan membuat tujuan utama komunikasi yaitu ibadah menjadi hilang dan kekuatan pesan yang disampaikan memudar. Kehilangan prinsip ini dari salah satu pihak akan membuat proses komunikasi terhambat apalagi bertemu antara ketidak ikhlasan komunikator dengan komunikan.
2.    Prinsip Pahala dan Dosa
Prinsip ini menjalaskan bahwa setiap pesan atau pernyataan yang keluar itu mengandung konsekuensi pahala atau dosa. Lisan memiliki peran kunci dalam berkomunikasi, apakah membawa kita kepada kesuksesan atau kehancuran.
Agar lisan kita tidak menjadi alat pengumpul dosa tetapi selalu memproduksi pahala, maka Islam membimbing manusia terutama untuk melakukan langkah-langkah berikut:
a.    Islam melarang berkata kotor dan kasar
b.    memberikan motivasi agar selalu berkata yang baik
3.    Prinsip Kejujuran
Kejujuran dalam menyampaikan pesan adalah prinsip mendasar dalam komunikasi Islam. Tidak tegaknya prinsip ini akan berakibat fatal buat kehidupan manusia.
Di antara bentuk kejujuran dalam berkomunikasi adalah:
a.    Tidak memutarbalikkan fakta
b.    Tidak berdusta
4.    Prinsip Kebersihan
Pesan yang baik akan mendatangkan kenyamanan psikologis bagi penerimanya, sedangkan pesan-pesan sarkastik, jorok, berdarah-darah, pertengkaran, perselingkuhan, adu domba, gosip, umpatan, dan sejenisnya akan berdampak pada keruhnya hati.
5.    Prinsip Positif
Pesan positif sangat berpengaruh bagi kebahagiaan seseorang dalam kondisi apapun dia berada. Seorang komunikator yang sering mengirim pesan positif kepada komunikan akan menyimpan modal yang banyak untuk berbuat yang positif.
6.    Prinsip Paket (Hati, Lisan, dan Perbuatan)
Manusia adalah makhluk yang diciptakan Allah dalam satu paket lengkap. Ada unsur jiwa dan ada unsur raga. Gerak raga dalam konsep Islam dipengaruhi secara kuat oleh hati atau jiwa. Artinya, lisan akan berbicara yang baik manakala hatinya baik, dan lisan tidak akan mampu berbicara dengan baik dan lancar tanpa kendali dari jiwanya, yang diucapkannya akan terasa hambar.
7.    Prinsip Dua Telinga Satu Mulut
Isyarat agar kita berhati-hati dalam berbicara dan banyak mendengar adalah pada struktur fisik kita yang diciptakan dengan dua telinga dan satu mulut. Setelah informasi ditangkap oleh telinga, informasi tersebut disaring oleh perangkat akal dan sebelum dikeluarkan oleh lisan melalui mulut.
8.    Prinsip Pengawasan
Prinsip pengawasan muncul dari kepercayaan mukmin yang meyakini bahwa Allah Maha Mendengar, Maha Melihat, dam Maha Mengetahui. Selain itu, mereka juga meyakini bahwa setiap kata yang diucapkan akan dicatat oleh malaikat pencatat. Prinsip pengawasan ini akan membuat orang selalu merasa diperlihatkan dan dipantau. Orang yang selalu merasa diperlihatkan dan dipantau. Orang yang selalu merasa dipantau biasanya lebih berhati-hati dalam mengeluarkan statemen.
9.    Prinsip Selektivitas dan Validitas
Berbicara dengan data dan informasi akurat adalah salah satu ciri pribadi berkualitas. Selain menambah kredibilitas, informasi yang akuratmenghindarkan kita jatuh kepada kesalahan yang berujung pada penyesalan.
10.  Prinsip Saling Memengaruhi
Di antara bentuk pengaruh strategis komunikasi adalah:
a.    Dapat mengubah pendapat orang lain
b.    Menjadi faktor yang menentukan baik buruknya manusia
11.  Prinsip Keseimbangan Berita (Keadilan)
Dengan prinsip ini, informasi yang kita terima akan lebih akurat, karena pihak yang sedang berselisih kadang-kadang memberikan informasi secara emosional dan kadang-kadang berlebihan.
12.  Prinsip Privasi
Setiap orang memiliki ruang privasi yang tidak boleh diungkapkan di pentas publik, begitu juga dengan organisasi, lembaga, dan seterusnya. Melanggar masalah privasi seperti ini di dalam Islam masuk dalam status pelanggaran hak-hak asasi manusia, yaitu melakukan pencemaran nama baik.


BENTUK-BENTUK KOMUNIKASI ISLAM

BAB 6
BENTUK-BENTUK KOMUNIKASI ISLAM
1.    Komunikasi Ilahiah
Yaitu komunikasi antara manusia dengan Tuhannya.
2.    Pola komunikasi manusia dengan penciptanya
a. Poa komunikasi dengan manusia pilihan
1.    Komunikasi langsung
Contoh komunikasi Allah dengan Nabi Musa, QS an-Nisa’: 163-164
2.    Komunikasi dengan wahyu
Komunikasi yang paling lazim terjadi pada semua nabi.
3.    Pola komunikasi dengan manusia biasa
Shalat, zikir, istigfar, tilawah Al-Qur’an.
KOMUNIKASI INTRAPERSONA
Yaitu komunikasi yang berlangsung dalam diri seseorang. Dalam Komunikasi bentuk ini, seorang komunikator juga berperan sebagai komunikan.
KOMUNIKASI ANTAR MANUSIA
1.    Komunikasi antar persona (komunikasi antar pribadi)
Komunikasi yang dilakukan oleh dua orang. Misalnya komunikasi orang tua dengan anaknya, seorang dokter dengan pasiennya, suami dan istrinya dan sebagainya.
Karakteristik komunikasi antar pribadi:
a) melibatkan paling sedikit dua orang; b) memiliki umpan balik atau feedback; c) tidak harus melaui tatap muka; d) tidak harus bertujuan; e) menghasilkan beberapa pengaruh atau efek; f) tidak harus dengan kata-kata; g) dipengaruhi oleh konteks; dan h) dipengaruhi oleh kegaduhan atau noise.
2.    Komunikasi kelompok
Komunikasi kelompok terjadi karena adanya ikatan keluarga, persamaan suku, bagian dari tempat kerja, dan sebagainya.
3.    Komunikasi massa
Yaitu suatu proses penyampaian pesan melalui media massa kepada sejumlah besar orang. Empat tanda pokok komunikasi massa: 1) bersifat tidak langsung, artinya harus melalui media teknis; 2) bersifat satu arah;3) bersifat terbuka, artinya ditujukan pada publik yang tidak terbatas dan anonim; 4) mempunyai publik yang secara geografis tersebar.

FUNGSI-FUNGSI KOMUNIKASI ISLAM



BAB 5
FUNGSI-FUNGSI KOMUNIKASI ISLAM
1.    Fungsi Informasi
Informasi melahirkan persepsi dan persepsi akan menimbulkan baik atau buruk. Maka sangat diperlukan kejujuran dalam memberikan informasi. Istilah komunikasi yang mempunyai fungsi menginformasikan ialah Naba’, Khabar, dan Hadis.
2.    Fungsi meyakinkan
Fungsi meyakinkan artinya membuat ide, pendapat, dan gagasan yang kita miliki dapat diterima oleh orang lain dengan senang hati dan tidak terpaksa. Dan mereka yang merasa mantap dengan penjelasan tersebut bisa menjadi pendukung ide itu. Fungsi meyakinkan dapat dicapai dengan metode hiwar dan jidal.
3.    Fungsi mengingatkan
Fungsi meyakinkan dapat dicapai dengan metode tadzkir dan indzar. Objek orang yang diingatkan adalah orang yang lupa.
4.    Fungsi memotivasi
Metode yang digunakan untuk memberikan motivasi adalah tabligh dan tabsyir. Memotivasi diberikan kepada orang yang sedang galau, putus asa agar dia bisa bangkit lagi. Dan juga diberikan kepada orang yang mempunyai semangat agar semangatnya semakin bertambah dalam kebaikan.
5.    Fungsi sosialisasi
Metode yang digunakan adalah ta’aruf. Dengan ta’aruf hubungan antar manusia menjadi tersambung. Ta’aruf yang baik melahirkan keinginan untuk saling membantu bahkan sampai ke tingkat saling mengayomi.
6.    Fungsi bimbingan
Funsi bimbingan dicapai dengan metode irsyad dan wasiat. . Empat fokus utama aktivitas membimbing yaitu: pertama, membimbing orang untuk melakukan perbuatan baik dan menangkal mereka untuk melakukan perbuatan yang negatif; kedua, memperbaiki atau memulihkan kondisi mereka yang sudah rusak; ketigamengarahkan orang untuk menemukan potensi yang mereka miliki; dan ke empat, mengembangkan potensi manusia agar lebih maksimal.
7.    Funsi kepuasan spiritual
Fungsi ini diberikan dengan metode mau’idzah dan nasehat. Nasehat diberikan kepada orang yang meminta nasehat dan juga diberikan kepada orang yang melakukan hal yang jelek.
8.    Fungsi hiburan
Metode yang digunakan yaitu idkhal al-surur.