Minggu, 21 Oktober 2018

Cerpen (Demi janji Suci Dan Turut Memajukan Bangsa)

Bubbor Paddas (Rajanya Bubur Kota Sambas Terigas)



Penulis oleh: muliana mahasiswa kpi

Bubbor Paddas (Rajanya Bubur Kota Sambas Terigas)

Terlahir di tanah Sambas menjadi suatu kebanggaan dalam hidup saya. Bagaimana tidak kota Sambas yang memiliki alam, kerajaan, budaya, bahasa dan kuliner, tentunya memiliki cerita unik dan menarik dibaliknya. Indahnya kampung kelahiranku bagaikan sepotong syurga yang Allah titipkan yang harus di jaga. Dan Salah satu makanan yang melegendaris dibumi Sambas yang selalu terbayang dalam fikiran saya ialah buburnya.
Siapa yang tidak kenal dengan nama bubur yang menjadi ikon makanan khas kota Sambas terigas. Yapsss bubur pedas. Masyarakat kami Sambas memangilnya “Bubbor Paddas” karena keunikan dari bahasa Melayu Sambas adalah pengucapan huruf ganda. Bubur pedas jika dibayangkan pasti dalam fikiran orang-orang yang belum pernah melihat dan mencobanya akan mengarah pada sebuah mangkok bubur yang pastinya dengan rasa yang sangat pedas. Dan bagi kalian yang baru melihat tapi belum mencoba jangan tertipu dengan penampilannya yang amburadul alias berantakan tapi kalau soal rasa beuhhhhh mantep deh pokoknya. Bubur pedas ini merupakan makanan khas Suku Melayu Sambas, Kalimantan Barat. Berasal dari kata bubur dan pedas, makanya bubur ini identik dengan rasa pedas dan hangat. Namun, rasa pedas yang dimaksud bukan berasal dari cabe, melainkan dari bahan-bahan  rempah yang menghangatkan.
Bahan utama membuat bubur pedas adalah midding (pakis), kacang panjang, kangkung, kecambah, rabbong (rebung), bandong (ubi kayu), serai, jahe, daun kesum, daun kunyit, daun lengkuas, daun cakkor (kencur) dll. Sedangkan bumbu rempah adalah beras, lada hitam, ketumbar, cabe kering, bawang merah, bawang putih dan macam-macam bumbu lain. Semua bahan aneka sayur daun dipotong kecil-kecil. Sebenarnya apabila mengikut resep aslinya jumlah sayur-mayur nya bisa mencapai 40 macam. Inilah sebabnya bubur ini dijuluki rajanya bubur karena begitu banyak bahan-bahan untuk membuatnya. Karena saya juga pernah membuatnya berikut saya ajarkan cara memasaknya:
Yang pertama, beras disangrai bersama lada hitam, ketumbar, daun salam, dan cabe kering. Setelah beras menguning barulah ditambah parutan kelapa. Nah setelah itu beras di haluskan terserah mau dihaluskan dengan cara diblender atau ditumbuk.
Yang kedua panaskan air, rebus bumbu beras yang sudah halus hingga menjadi bubur. Ketiga masukkna ubi jalar, kacang panjang dan sayuran lainya menyesuaikan tingkat kematangan sayurnya. Lalu bubur diberi perasa seperti garam, micin terasi dan perasa lainnya.  Bubur pedas ini disajikan dengan tambahan ikan teri goreng, kacang tanah goreng, cabe, kecap dan jeruk kunci. Aroma bubur pedas ini sangat khas. Ketika kita mencium ada aroma daun yang sangat menonjol dan daun tersebut tidak boleh terlewatkan dalam campuran bahannya yaitu “daum kesum” atau dalam bahasa indonesia daun laksa daun inilah yang memberikan aroma khas yang sedikit menyegat dan rasa sedikit asam didalam bubur pedas.
Dan dikalangan masyarakat kami Sambas, daun kesum memiliki sejarah dalam cerita bubur pedas. Saya kutipkan dari situs majlis adat budaya melayu kalimantan barat yang ditulis oleh Sabhan Rasyid
Konon nih ceritanya, pada beberapa ratus tahun lalu hiduplah sebuah kerajaan di Sambas suatu hari raja sedang sakit dan terbaring lemah dikamarnya. Nafsu makan raja menjadi menurun bahkan menghilang. Semua masyarakat sangat menghawatirkan sang raja. Sang raja pun memerintahkan seorang pembantu yang bertugas sebagai juru masak kerajaan untuk membuatkan makanan untuknnya. Pembantu tersebut kemudian meracik beras dan sayur-mayur untuk dijadikan makanan untuk sang raja. Selesai mengolah, pembantu segera menyerahkan hasil masakannya kepada raja. Sungguh sangat tak disangka, raja sangat menyukainya dikarenakan ia mencium aroma daun yang sangat khas dalam bubur tersebut. Selesai bubur habis raja menyuruh pengawal untuk memangggil pembantu yang telah berhasil membuatkan bubur yang sangat enak. Pembantu pun menghadap raja. Ada apa gerangan raja memanggil saya?”tanya pembantu tersebut. Raja kemudian  menanyakan tentang sebuah daun yang dirasakan sangat khas dan begitu enak.”daun apakah yang kau gunakan dalam bubur tersebut hinga membuat nafsu makan saya muncul ketika mencium aroma daun tersebut. Hamba menemukan tanaman tersebut di pekarangan istana ini, tapi hamba tidak tahu apa naman tanaman tersebut, jawab pembantu. Kemudian raja menanyakan nama pembantu tersebut. “siapa namamu wahai pembantu?”tanya raja. Nama hamba Kasum, biasa orang-orang memanggil hamba dengan Mak Kasum,”. Berfikirlah raja kemudian memberi nama daun khas yang belum diketahui namanya dengan daun kasum menyesuaikan dengan nama Mak Kasum. Cerita ini mengisahkan tentang suatu kejadian dibumi Sambas tentang hubungan Mak Kassum dengan bubur padas. Pada dasarnya ini merupakan cerita rakyat yang bersifat anoni (pengarangnya tidak dikenal), yang diceritakan turun-temurun melalui lisan masyarakat Sambas. Hingga sekarang daun kasum merupakan daun yang wajib ada saat membuat bubur pedas kalau tidak menggunakan daun kasum itu bukan bubur pedas namanya menurut orang-orang Sambas.
Mengingat daun kesum merupakan daun yang wajib ada mengingatkan saya pada saat pertama kali mengenal bubur pedas.

Masih melekat di memori otakku waktu[WU1]  itu minggu pagi ibu saya meminta saya untuk menemaninya mencari sayur midding (pakis) untuk dijadikan bubur pedas. Ayo cepat ganti pakaian kamu dengan yang biasa-biasa saja” ujar ibu saya. Jangan lupa pakai topi dan sepatu bot karna kita akan ke hutan dan jangan lupa bak untuk dijadikan tempat sayur nanti” tambah ibu saya. Ok siap mak” selesai berpakaian Kami pun mulai berjalan menuju semak-semak dan kurang lebih 15 menit perjalanan kami sampai dan menemukan midding (pakis) yang sangat banyak dan berwarna hijau kemerahan. Sembari memetik midding saya pun mulai kepikiran bubur pedas itu seperti apa ya?” bergumam dalam hati. Saya pun bertanya bubur pedas itu bubur apa mak pasti pedas tegas saya. Tidak juga terlalu pedas cuman ada salah satu daun dan rempah-rempah yang membuat bubur itu menjadi hangat dan pedas. Ooo begitu ya Setelah selesai mencari midding (pakis) ibu mengajak saya mencari bermacam-macam daun seperti: daun kunyit, daun cakkur (kencur), daun singkil, daun cangkok manis (katuk), serai, jahe pokoknya lengkap deh hehe. And then cuman ada satu lagi nih daun yang ktia tidak punya “ujar ibu saya. Daun apa itu mak? Penasaran. Daun kassum tambah ibu saya. Gimana itu bentuk daunnya bertanya lagi karena penasaran. Bentuk batangnya silinder halus, berwarna hijau dan sedikit merah dan ia juga memiliki bunga yang berwarna putih keungu-unguan jawab ibu saya. Setelah selesai mencari semua bahan sayur kami pun lansung pulang untuk segera membuatnya. Pokoknya nanti kamu minta sama wan appet (tetangga saya) yang menanam daun tersebut. Selesai mandi saya pun lansung ke rumah wan appet untuk memita sedikit daun kesum sebagai tambahan bubur yang akan kami buat. Menggunakan sepeda mini saya pergi kerumah wan appet. Begitu sampai dirumahnya assalamualaikum wan ada daun kesum tidak kami boleh minta sedikit, ooo ada saya pun dibawa ke kebun dibelakang rumah nya dan ternyata benar apa yang dibilang ibu saya daun kesum ketika saya petik benar-benar berbau yang sangat khas begitu saya rasa ada rasa pedas dan agak sedikit pedas di lidah saya pun memetik daunnya kira-kira dua genggam tangan saya dan lansung pulang untuk segera memasaknya. Hehe itulah cerita pertama kali saya tau bubur pedas dan daun kesum.
Bubur pedas biasanya disajikan saat acara kumpul keluarga, sarakalan, tepung tawar, selamatan, menyambut tamu, bulan Ramadhan dan acara lainya dan bubur pedas ini bebas dibuat kapan saja tidak harus menunggu hari-hari tertentu. Dan tidak perlu diragukan lagi bubur pedas memiliki gizi yang sangat tinggi. Dikarenakan kandungan aneka sayur dan bahan-bahan rempah-rempah yang ada didalamnya. Dan tidak heran ketika bulan puasa bubur ini selalu ada saat bulan Ramadhan sebagai menu berbuka untuk mengembalikan kebutuhan nutrisi tubuh yang lemas ketika seharian berpuasa.
Bahkan bubur pedas sambas ada lagu nya juga
Lirik lagu nya kira-kira seperti ini

Oi biak oi biak
Carrat ke makan bur paddas
Lakkaslah oi ke darat
Kittak carek sayorannye

Kak amox kak alang
Yang udah ngarok barasnya
Kamek nang di rumah
Tinggal agek masakekeeng

Simpor midding pakok kulat
Daon kasum sumenye ade
Simpor midding pakok kulat
Daon kasum sumenye ade

Tapox an impusok
Alangke sadapnye
Bubor paddas kebanggaan urang Sambas

Nah itulah kira-kira lirik lagunya

Sabtu, 03 Juni 2017

PRINSIP-PRINSIP DASAR ILMU KOMUNIKASI ISLAM



BAB 7
PRINSIP-PRINSIP DASAR ILMU KOMUNIKASI
A.   PRINSIP-PRINSIP KOMUNIKASI ISLAM
1.    Prinsip Ikhlas
Ikhlas secara bahasa berarti suci, bersih dari noda. Ikhlas menurut istilah adalah kerja yang dilakukan oleh hati untuk mensucikan dirinya dari berbagai motif yang tidak benar. Prinsip ikhlas ini adalah prinsip paling mendasar dalam komunikasi Islam. Kehilangan prinsip ini dari komunikator maupun komunikan akan membuat tujuan utama komunikasi yaitu ibadah menjadi hilang dan kekuatan pesan yang disampaikan memudar. Kehilangan prinsip ini dari salah satu pihak akan membuat proses komunikasi terhambat apalagi bertemu antara ketidak ikhlasan komunikator dengan komunikan.
2.    Prinsip Pahala dan Dosa
Prinsip ini menjalaskan bahwa setiap pesan atau pernyataan yang keluar itu mengandung konsekuensi pahala atau dosa. Lisan memiliki peran kunci dalam berkomunikasi, apakah membawa kita kepada kesuksesan atau kehancuran.
Agar lisan kita tidak menjadi alat pengumpul dosa tetapi selalu memproduksi pahala, maka Islam membimbing manusia terutama untuk melakukan langkah-langkah berikut:
a.    Islam melarang berkata kotor dan kasar
b.    memberikan motivasi agar selalu berkata yang baik
3.    Prinsip Kejujuran
Kejujuran dalam menyampaikan pesan adalah prinsip mendasar dalam komunikasi Islam. Tidak tegaknya prinsip ini akan berakibat fatal buat kehidupan manusia.
Di antara bentuk kejujuran dalam berkomunikasi adalah:
a.    Tidak memutarbalikkan fakta
b.    Tidak berdusta
4.    Prinsip Kebersihan
Pesan yang baik akan mendatangkan kenyamanan psikologis bagi penerimanya, sedangkan pesan-pesan sarkastik, jorok, berdarah-darah, pertengkaran, perselingkuhan, adu domba, gosip, umpatan, dan sejenisnya akan berdampak pada keruhnya hati.
5.    Prinsip Positif
Pesan positif sangat berpengaruh bagi kebahagiaan seseorang dalam kondisi apapun dia berada. Seorang komunikator yang sering mengirim pesan positif kepada komunikan akan menyimpan modal yang banyak untuk berbuat yang positif.
6.    Prinsip Paket (Hati, Lisan, dan Perbuatan)
Manusia adalah makhluk yang diciptakan Allah dalam satu paket lengkap. Ada unsur jiwa dan ada unsur raga. Gerak raga dalam konsep Islam dipengaruhi secara kuat oleh hati atau jiwa. Artinya, lisan akan berbicara yang baik manakala hatinya baik, dan lisan tidak akan mampu berbicara dengan baik dan lancar tanpa kendali dari jiwanya, yang diucapkannya akan terasa hambar.
7.    Prinsip Dua Telinga Satu Mulut
Isyarat agar kita berhati-hati dalam berbicara dan banyak mendengar adalah pada struktur fisik kita yang diciptakan dengan dua telinga dan satu mulut. Setelah informasi ditangkap oleh telinga, informasi tersebut disaring oleh perangkat akal dan sebelum dikeluarkan oleh lisan melalui mulut.
8.    Prinsip Pengawasan
Prinsip pengawasan muncul dari kepercayaan mukmin yang meyakini bahwa Allah Maha Mendengar, Maha Melihat, dam Maha Mengetahui. Selain itu, mereka juga meyakini bahwa setiap kata yang diucapkan akan dicatat oleh malaikat pencatat. Prinsip pengawasan ini akan membuat orang selalu merasa diperlihatkan dan dipantau. Orang yang selalu merasa diperlihatkan dan dipantau. Orang yang selalu merasa dipantau biasanya lebih berhati-hati dalam mengeluarkan statemen.
9.    Prinsip Selektivitas dan Validitas
Berbicara dengan data dan informasi akurat adalah salah satu ciri pribadi berkualitas. Selain menambah kredibilitas, informasi yang akuratmenghindarkan kita jatuh kepada kesalahan yang berujung pada penyesalan.
10.  Prinsip Saling Memengaruhi
Di antara bentuk pengaruh strategis komunikasi adalah:
a.    Dapat mengubah pendapat orang lain
b.    Menjadi faktor yang menentukan baik buruknya manusia
11.  Prinsip Keseimbangan Berita (Keadilan)
Dengan prinsip ini, informasi yang kita terima akan lebih akurat, karena pihak yang sedang berselisih kadang-kadang memberikan informasi secara emosional dan kadang-kadang berlebihan.
12.  Prinsip Privasi
Setiap orang memiliki ruang privasi yang tidak boleh diungkapkan di pentas publik, begitu juga dengan organisasi, lembaga, dan seterusnya. Melanggar masalah privasi seperti ini di dalam Islam masuk dalam status pelanggaran hak-hak asasi manusia, yaitu melakukan pencemaran nama baik.