Demi Janji Dan
Turut Memajukan Bangsa
Ditengah
malam tepat pukul 02.30 tittttt tittttt tiit bunyi alarm hp
ku mulai bernyanyi. Aku terbangun dari mimpi yang
membuai tidurku huahhhhh sambil mengangkat tangan tiba-tiba aku teringat
ternyata aku ketiduran saat mengerjakan PR Aluna salah satu murid ngajiku. Ya
Allah jadi aku ketiduran disaat mengerjakannya pikirku🤔 langsung aku lihat
laptop masih dalam keadaan menyala dengan tulisan yang
berantakan. Cusss langsung jari-jemari ku memperbaiki tugas tersebut. Jam 04.00
aku pun selesai dan bergegas mandi sembari menunggu adzan subuh. Selesai sholat aku merasa sangat mengantuk kulangkahkan kaki pergi kedapur untuk
membuat segelas kopi susu agar di saat kuliah aku tidak mengantuk dan itu
menjadi tradisi aku sejak kuliah. Selesai menikmati kopi dan sudah berpakaian
yang sangat rapi dengan semangat yang positif.
Pagi
yang sangat dingin ditambah langit yang mendung aku bergegas tancap gas untuk
mewujudkan sebuah janji suci. Tepat jam 5.45 aku pergi menuju toko tempat
percetakan dengan harapan toko tersebut buka jam 06.00
pagi
Diperjalanan
tiba-tiba hujan turun dengan lebat. Aku stop motor untuk mengambil jas hujan yg
ada di dalam jok.
Huuuuu
Aman untung ada jas hujan dalam jok motor (sambil
menarik nafas lega).
Setibanya
di toko percetakan diluar ekspektasi toko itu ternyata belum buka. Yaallah
Mungkin karena hujan jadi orangnya agak telat buka toko (bergumam dalam hati).
Sedikit kecewa dan khawatir karena Aluna harus mengumpulkan pr agama tersebut.
Berfikir sejenak pasti Aluna tidak sekolah karena kalau aku telat mengantar pr
yg diminta dia bakalan tidak sekolah lagian ini juga hujan biasa dia kalau
hujan semangat sekolahnya menghilang.
Chat
via wa aku menanyakan apakah Aluna masih mau sekolah atau tidak."tling
bunyi wa masuk ternyata balasan dari Aluna "saya sekolah kak" sangat
kagum dalam hati aku ketika membacanya"bagus kakak suka dengan orang yang
rajin menuntut ilmu.
"Ohhhh
iya ya Aluna kan sangat menyukai pelajaran agama Islam sedikit review ucapan
dia kemarin kalau dia gak mau ketinggalan
mata pelajaran Agama Islam. Masyaallah
alhamdulilah dia mulai semangat untuk sekolah. Sungguh kagum meskipun Dy
keturunan chainis sangat besar keingintahuannya dengan Islam.
Aku pandang terus setiap detik jam yang berputar Ya
Allah jam menunjukkan pukul 06.40
belum juga menandakan toko akan dibuka. Kalau lima menit lagi toko ini belum
dibuka aku harus cari toko lain(berucap dalam hati).
Brummm
bunyi motor menghampiri.
Ya
Allah alhamdulilah orangnya sudah datang. Aku langsung buka laptop "kak
mau ngeprint. Sabar ya ujar karyawan tersebut (Kecewa dalam hati saya) Kak sini biar saya aja
yang ngeprint file nya ya biar cepat. Oh iya silahkan" ok set set set
selai sudah saya ngeprint tugas Aluna. Saya pun lnsung bergegas menuju rumah
Aluna sesampainya saya dirumah dan ternyata Aluna sudah pergi kesekolah. Yahhh
telat selangkah. Saya
pun menanyakan kesalah satu murid ngaji saya ferdy namanya "terkejut
karena Ferdy memanggil chika yang keluar menemui saya Chika kamu nggak sekolah lagi (sangat terkejut) “hehe
tidak kak" kok nggak sekolah kemarin-kemarin bukannya kamu nggak sekolah
juga ya???HMm baju Ika basah kak "(kecewa banget dalam hati) Kamu tau
tidak sekolah Aluna iya tau kak SD 08 Pontianak Selatan dekat pasar Flamboyan (ok saya kira saya tau
kalau dekat-dekat situ).
Cussss langsung saya menuju ke sekolah. Begitu
sampai saya liat anak-anak sudah masuk kelas semua bagaimana tidak jam sudah
menunjukkan pukul 7.35 lirik-lirik nomor urutan kelas ternyata cuman sampai
kelas 3
Aluna
kan kelas 5 dimana kira-kira ya??? Bergumam dalam hati. Nah ada ibu-ibu yg baru
saja mengantar anaknya masuk kelas. Permisi ibu ruang kelas 5 dimana ya? Itu
diatas jawab ibu tersebut. Ok makasih ya buk "yok.
Tek
Tek Tek saya naik tangga begitu sampai ternya di depan saya tepat kelas 5 saya
bertanya sama salah satu anak adekkkkk ada Aluna tidak?? Alunaaaaaaa kamu
dipanggil. Kak anaaaaa begitulah panggilannya pada ku
"Maaf
ya kakak telat ngasih PR nya ujan soalnya (sedikit berbohong)
"Gak
papa kak"
sedikit
cemas kalau saya perhatikan di mimik wajahnya.
Pelajaran
agamanya jam pertama ya?
“iya kak ini mau mulai
tambahnya" ini PR (sedikit
tersenyum) yang semangat ya belajarnya tambah saya
kakak kuliah dulu ya daaaaaaa. Makasih ya kak teriaknya. No problem.
Berbalik
arah menuju parkiran motor Alhamdulilah bahagianya setelah janji suci ini
terlaksana😅
aku pun berfikir bagaimana mungkin aku menyiakan-nyiakan seorang anak yg begitu
cinta akan Islam meskipun dia baru belajar untuk mengenal apa itu Islam yang
sesungguhnya.
Diperjalanan
pulang aku teringat akan masa SMA ku dimana saat itu semangat sekolah ku kecil
sekali. Ketika hujan aku bisa dikatakan pasti tidak mau sekolah dengan berbagia alasan dikarenakan penyakit MALAS yang melanda ku.
But itu adalah
aku yang dulu dan sekarang aku adalah orang yang berbeda yang akan selalu
menuntut ilmu dan mengajarkannya hingga akhir hayatku.
#Terima Kasih
Sudah Mau Membaca Cerita Ku#
Penulis
oleh: Muliana Mahasiswa Kpi IAIN Pontianak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar