Minggu, 21 Oktober 2018

Cerpen (Demi janji Suci Dan Turut Memajukan Bangsa)



Demi Janji Dan Turut Memajukan Bangsa
Ditengah malam tepat pukul 02.30 tittttt tittttt tiit bunyi alarm hp ku mulai bernyanyi. Aku terbangun dari mimpi yang membuai tidurku huahhhhh sambil mengangkat tangan tiba-tiba aku teringat ternyata aku ketiduran saat mengerjakan PR Aluna salah satu murid ngajiku. Ya Allah jadi aku ketiduran disaat mengerjakannya pikirku🤔 langsung aku lihat laptop masih dalam keadaan menyala dengan tulisan yang berantakan. Cusss langsung jari-jemari ku memperbaiki tugas tersebut. Jam 04.00 aku pun selesai dan bergegas mandi sembari menunggu adzan subuh. Selesai sholat aku merasa sangat mengantuk kulangkahkan kaki pergi kedapur untuk membuat segelas kopi susu agar di saat kuliah aku tidak mengantuk dan itu menjadi tradisi aku sejak kuliah. Selesai menikmati kopi dan sudah berpakaian yang sangat rapi dengan semangat yang positif.
Pagi yang sangat dingin ditambah langit yang mendung aku bergegas tancap gas untuk mewujudkan sebuah janji suci. Tepat jam 5.45 aku pergi menuju toko tempat percetakan dengan harapan toko tersebut buka jam 06.00 pagi
Diperjalanan tiba-tiba hujan turun dengan lebat. Aku stop motor untuk mengambil jas hujan yg ada di dalam jok.
Huuuuu Aman untung ada jas hujan dalam jok motor (sambil menarik nafas lega).
Setibanya di toko percetakan diluar ekspektasi toko itu ternyata belum buka. Yaallah Mungkin karena hujan jadi orangnya agak telat buka toko (bergumam dalam hati). Sedikit kecewa dan khawatir karena Aluna harus mengumpulkan pr agama tersebut. Berfikir sejenak pasti Aluna tidak sekolah karena kalau aku telat mengantar pr yg diminta dia bakalan tidak sekolah lagian ini juga hujan biasa dia kalau hujan semangat sekolahnya menghilang.
Chat via wa aku menanyakan apakah Aluna masih mau sekolah atau tidak."tling bunyi wa masuk ternyata balasan dari Aluna "saya sekolah kak" sangat kagum dalam hati aku ketika membacanya"bagus kakak suka dengan orang yang rajin menuntut ilmu.
"Ohhhh iya ya Aluna kan sangat menyukai pelajaran agama Islam sedikit review ucapan dia kemarin kalau dia gak mau ketinggalan mata pelajaran Agama Islam. Masyaallah alhamdulilah dia mulai semangat untuk sekolah. Sungguh kagum meskipun Dy keturunan chainis sangat besar keingintahuannya dengan  Islam.
Aku pandang terus setiap detik jam yang berputar Ya Allah jam menunjukkan pukul 06.40 belum juga menandakan toko akan dibuka. Kalau lima menit lagi toko ini belum dibuka aku harus cari toko lain(berucap dalam hati).
Brummm bunyi motor menghampiri.
Ya Allah alhamdulilah orangnya sudah datang. Aku langsung buka laptop "kak mau ngeprint. Sabar ya ujar karyawan tersebut (Kecewa dalam hati saya) Kak sini biar saya aja yang ngeprint file nya ya biar cepat. Oh iya silahkan" ok set set set selai sudah saya ngeprint tugas Aluna. Saya pun lnsung bergegas menuju rumah Aluna sesampainya saya dirumah dan ternyata Aluna sudah pergi kesekolah. Yahhh telat selangkah. Saya pun menanyakan kesalah satu murid ngaji saya ferdy namanya "terkejut karena Ferdy memanggil chika yang keluar menemui saya Chika kamu nggak sekolah lagi (sangat terkejut) “hehe tidak kak" kok nggak sekolah kemarin-kemarin bukannya kamu nggak sekolah juga ya???HMm baju Ika basah kak "(kecewa banget dalam hati) Kamu tau tidak sekolah Aluna iya tau kak SD 08 Pontianak Selatan dekat pasar Flamboyan (ok saya kira saya tau kalau dekat-dekat situ).
 Cussss langsung saya menuju ke sekolah. Begitu sampai saya liat anak-anak sudah masuk kelas semua bagaimana tidak jam sudah menunjukkan pukul 7.35 lirik-lirik nomor urutan kelas ternyata cuman sampai kelas 3
Aluna kan kelas 5 dimana kira-kira ya??? Bergumam dalam hati. Nah ada ibu-ibu yg baru saja mengantar anaknya masuk kelas. Permisi ibu ruang kelas 5 dimana ya? Itu diatas jawab ibu tersebut. Ok makasih ya buk "yok.
Tek Tek Tek saya naik tangga begitu sampai ternya di depan saya tepat kelas 5 saya bertanya sama salah satu anak adekkkkk ada Aluna tidak?? Alunaaaaaaa kamu dipanggil. Kak anaaaaa begitulah panggilannya pada ku
"Maaf ya kakak telat ngasih PR nya ujan soalnya (sedikit berbohong)
"Gak papa kak"
sedikit cemas kalau saya perhatikan di mimik wajahnya.
Pelajaran agamanya jam pertama ya? iya kak ini mau mulai tambahnya" ini  PR  (sedikit tersenyum) yang semangat ya belajarnya tambah saya kakak kuliah dulu ya daaaaaaa. Makasih ya kak teriaknya. No problem.
Berbalik arah menuju parkiran motor Alhamdulilah bahagianya setelah janji suci ini terlaksana😅 aku pun berfikir bagaimana mungkin aku menyiakan-nyiakan seorang anak yg begitu cinta akan Islam meskipun dia baru belajar untuk mengenal apa itu Islam yang sesungguhnya.
Diperjalanan pulang aku teringat akan masa SMA ku dimana saat itu semangat sekolah ku kecil sekali. Ketika hujan aku bisa dikatakan pasti tidak mau sekolah dengan berbagia alasan  dikarenakan penyakit MALAS yang melanda ku.
But itu adalah aku yang dulu dan sekarang aku adalah orang yang berbeda yang akan selalu menuntut ilmu dan mengajarkannya hingga akhir hayatku.

#Terima Kasih Sudah Mau Membaca Cerita Ku#
Penulis oleh: Muliana Mahasiswa Kpi IAIN Pontianak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar